perempuanku
:chairan afdzan

sejatinya, bila aku mengenang tentang kau,
ada akar berpilin dalam rindu,
tentang sesulur tentang ranting tentang daun tentang bunga tentang kau yang mengerang menjadi diam,

malam-malam di beranda, yang kutemui bukan lagi secangkir kopi, karena kau telah meninggalkannya dalam keranda, di samping usia yang merantang makian

menyumpah kau yang tak akan bisa kukabarkan, apalagi menanak nasi untuk tungkuku yang hitam

adik, rian afiffah adinda. sedekap aku, sedekap tangis, dekapkan hati, meski kau telah bertanam di ladangnya. di ladang ia. di ladang air mata ibuku.

tentang yang merenggut. meminggir. menepi. memisah antara padang dan tanah. semakin lengang jalanku pulang.

satu.
pada maghrib, hari-hariku tak berdengung, kamarku tak mengaji, sumur kita tak berisikan kau. sepi. kosong di mana-mana.

dua.
buku-buku tergeletak, menyembunyi dari mukamu yang tiada. tergeletak pena. tak ada yang membuka, tak ada mendongeng. si pendongeng telah menjadi dongeng. ia berpulang pada kata, menyusup dalam syair, sajak, puisi, prosa dan air mata.

tiga.
perempuanku. perempuan alif. alis bak semut beriring. pipi bagai sauh di ladang.

(2009)

*Sajak ini pernah dimuat di jurnal nasional.

Komentar

Postingan Populer