selembar risalat


Oleh Ria Febrina

langit pun menua, sayang!
jika kau ke ladang, rabalah pematang
kemarin-kemarin masih usang

lisut kakimu serupa aku
setelah kerak nasi, kita tak lagi meneguk hujan

dan tentang surau, lapuk di atas kayu
lumbung pun kering

sejak kau pergi,
cangkulmu masih di sudut, penuh lumut
harusnya kupotretkan, biar kau datang


*Sajak ini pernah dimuat di Majalah P'Mails (Padang Ekspres Media Intelektual Siswa)
  bersama sekumpulan sajak penyair perempuan Sumatera Barat

Komentar

Postingan Populer