Mahasiswa BUFS, Korea Selatan, kembali Ikuti Program Intensif Bahasa Indonesia
Oleh Ria Febrina
Universitas Andalas, khususnya BIPA Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, kembali menyambut mahasiswa asal Busan University of Foreign Studios (BUFS). Sebanyak 16 orang mahasiswa BUFS diterima dan disambut oleh Rektor Universitas Andalas yang diwakili oleh Wakil Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc.
Mahasiswa BUFS tersebut akan belajar bahasa Indonesia selama satu bulan, yaitu sejak 16 Januari 2017 s.d. 11 Februari 2017. Di bawah Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), keenam belas mahasiswa tersebut akan belajar mata kuliah berbicara, membaca, menyimak, menulis, tata bahasa, Indonesian Culture, dan Indonesian Cuisine.
Ketua BIPA, Dr. Sulastri, M.Hum. menyatakan bahwa kedatangan mahasiswa BUFS ini bukan yang pertama kali. Program ini merupakan program lanjutan kerja sama antara BIPA Unand dengan BUFS. Sebelumnya, mahasiswa BUFS telah datang ke Universitas Andalas untuk belajar bahasa Indonesia pada program Musim Panas, yaitu tepatnya pada Agustus 2015. Sebanyak 10 orang mahasiswa BUFS telah belajar bahasa dan budaya Indonesia pada masa tersebut. Namun, karena jadwal tersebut bertepatan dengan ramadhan, mahasiswa tidak dapat mempelajari dan menikmati kebudayaan Minangkabau secara lengkap, seperti mencicipi kuliner khas Minangkabau. Oleh karena itu, Ketua BIPA menawarkan kerja sama Program Musim Dingin yang jatuh pada Januari 2017 ini.
"Kita menyambut dengan bahagia karena penawaran BIPA Unand kepada BUFS diterima. Program Musim panas sebelumnya terasa sangat tidak maksimal diterima oleh mahasiswa BUFS. Mereka tidak bisa menikmati perjalanan keliling Sumatera Barat untuk menyaksikan kesenian dan kebudayaan Minangkabau. Bahkan, mereka juga tidak bisa menikmati kuliner khas Minangkabau. Alhamdulillah, program tersebut diterima pihak BUFS dan program intensif bahasa Indonesia BUFS ini kembali direalisasikan pada musim dingin. BIPA tentunya bisa maksimal memberikan perkuliahan bahasa Indonesia, serta menyuguhkan kesenian, kebudayaan, dan kuliner khas Minangkabau kepada mereka," ujar Dr. Sulastri, M.Hum.
Menurut Dr. Sulastri, M.Hum., program intensif bahasa Indonesia BUFS ini dirancang dari Korea Selatan. Setiap Minggu, mahasiswa akan dibawa keliling Sumatera Barat, seperti keliling Kota Padang, ke Kota Pariaman, Kota Batusangkar, dan Kota Bukittinggi. Pembiayaan program ini berasal dari BUFS, namun Unand dipercaya untuk menyelenggarakan.
"Suatu kehormatan bagi Unand, khususnya BIPA untuk menyelenggarakan kegiatan ini selama dua tahun. Apalagi, Unand termasuk perguruan tinggi yang berhasil menjadi penyelenggara program BIPA di Indonesia," ujar Dr. Sulastri, M.Hum.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. phil. Gusti Asnan juga menyambut bahagia kedatangan mahasiswa asal BUFS, Korea Selatan. Dekan Fakultas Ilmu Budaya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan menyatakan rasa bangga karena BUFS telah memilih Unand untuk menyelenggarakan program intensif bahasa Indonesia.
"Selamat menikmati pembelajaran di Unand, khususnya untuk tingkat dasar bahasa Indonesia. Semoga seluruh mahasiswa BUFS dapat menerima semua materi yang disampaikan oleh dosen BIPA Unand melalui berbagai kegiatan berbahasa Indonesia. Saya berharap peningkatan bahasa Indonesia yang akan Anda terima tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga kegiatan di luar kelas, seperti kuliner, kesenian, dan kebudayaan Minangkabau. Saya juga berharap Anda dapat menjalin komunikasi dengan mahasiswa Unand, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya," ujar Prof. phil. Gusti Asnan.
Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc., Wakil Rektor III Universitas Andalas juga menyampaikan terima kasih kepada Pihak BUFS yang telah memilih Unand sebagai tempat untuk mempelajari program intensif bahasa Indonesia. Kepada seluruh mahasiswa, Prof. Hermansyah mewakili Rektor Universitas Andalas mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati kursus selama satu bulan di Indonesia.
"Saya berharap seluruh mahasiswa BUFS dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui komunikasi dengan dosen, mahasiswa, dan juga seluruh penduduk asli Sumatera Barat. Silakan menikmati pengalaman berbahasa di sini. Bahasa, budaya, maupun keunikan di Indonesia, khususnya Sumatera Barat, silakan diadaptasi. Budaya Minangkabau memang menjadi salah satu suku yang memiliki spesifikasi budaya. Saya berharap kedatangan seluruh mahasiswa BUFS dalam program ini dapat menjadi motivasi untuk datang kembali ke Indonesia," ujar Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc. membuka program intensif bahasa Indonesia BIPA dan BUFS.
Universitas Andalas, khususnya BIPA Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, kembali menyambut mahasiswa asal Busan University of Foreign Studios (BUFS). Sebanyak 16 orang mahasiswa BUFS diterima dan disambut oleh Rektor Universitas Andalas yang diwakili oleh Wakil Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc.
Mahasiswa BUFS tersebut akan belajar bahasa Indonesia selama satu bulan, yaitu sejak 16 Januari 2017 s.d. 11 Februari 2017. Di bawah Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), keenam belas mahasiswa tersebut akan belajar mata kuliah berbicara, membaca, menyimak, menulis, tata bahasa, Indonesian Culture, dan Indonesian Cuisine.
Ketua BIPA, Dr. Sulastri, M.Hum. menyatakan bahwa kedatangan mahasiswa BUFS ini bukan yang pertama kali. Program ini merupakan program lanjutan kerja sama antara BIPA Unand dengan BUFS. Sebelumnya, mahasiswa BUFS telah datang ke Universitas Andalas untuk belajar bahasa Indonesia pada program Musim Panas, yaitu tepatnya pada Agustus 2015. Sebanyak 10 orang mahasiswa BUFS telah belajar bahasa dan budaya Indonesia pada masa tersebut. Namun, karena jadwal tersebut bertepatan dengan ramadhan, mahasiswa tidak dapat mempelajari dan menikmati kebudayaan Minangkabau secara lengkap, seperti mencicipi kuliner khas Minangkabau. Oleh karena itu, Ketua BIPA menawarkan kerja sama Program Musim Dingin yang jatuh pada Januari 2017 ini.
"Kita menyambut dengan bahagia karena penawaran BIPA Unand kepada BUFS diterima. Program Musim panas sebelumnya terasa sangat tidak maksimal diterima oleh mahasiswa BUFS. Mereka tidak bisa menikmati perjalanan keliling Sumatera Barat untuk menyaksikan kesenian dan kebudayaan Minangkabau. Bahkan, mereka juga tidak bisa menikmati kuliner khas Minangkabau. Alhamdulillah, program tersebut diterima pihak BUFS dan program intensif bahasa Indonesia BUFS ini kembali direalisasikan pada musim dingin. BIPA tentunya bisa maksimal memberikan perkuliahan bahasa Indonesia, serta menyuguhkan kesenian, kebudayaan, dan kuliner khas Minangkabau kepada mereka," ujar Dr. Sulastri, M.Hum.
Menurut Dr. Sulastri, M.Hum., program intensif bahasa Indonesia BUFS ini dirancang dari Korea Selatan. Setiap Minggu, mahasiswa akan dibawa keliling Sumatera Barat, seperti keliling Kota Padang, ke Kota Pariaman, Kota Batusangkar, dan Kota Bukittinggi. Pembiayaan program ini berasal dari BUFS, namun Unand dipercaya untuk menyelenggarakan.
"Suatu kehormatan bagi Unand, khususnya BIPA untuk menyelenggarakan kegiatan ini selama dua tahun. Apalagi, Unand termasuk perguruan tinggi yang berhasil menjadi penyelenggara program BIPA di Indonesia," ujar Dr. Sulastri, M.Hum.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. phil. Gusti Asnan juga menyambut bahagia kedatangan mahasiswa asal BUFS, Korea Selatan. Dekan Fakultas Ilmu Budaya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan menyatakan rasa bangga karena BUFS telah memilih Unand untuk menyelenggarakan program intensif bahasa Indonesia.
"Selamat menikmati pembelajaran di Unand, khususnya untuk tingkat dasar bahasa Indonesia. Semoga seluruh mahasiswa BUFS dapat menerima semua materi yang disampaikan oleh dosen BIPA Unand melalui berbagai kegiatan berbahasa Indonesia. Saya berharap peningkatan bahasa Indonesia yang akan Anda terima tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga kegiatan di luar kelas, seperti kuliner, kesenian, dan kebudayaan Minangkabau. Saya juga berharap Anda dapat menjalin komunikasi dengan mahasiswa Unand, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya," ujar Prof. phil. Gusti Asnan.
Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc., Wakil Rektor III Universitas Andalas juga menyampaikan terima kasih kepada Pihak BUFS yang telah memilih Unand sebagai tempat untuk mempelajari program intensif bahasa Indonesia. Kepada seluruh mahasiswa, Prof. Hermansyah mewakili Rektor Universitas Andalas mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati kursus selama satu bulan di Indonesia.
"Saya berharap seluruh mahasiswa BUFS dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui komunikasi dengan dosen, mahasiswa, dan juga seluruh penduduk asli Sumatera Barat. Silakan menikmati pengalaman berbahasa di sini. Bahasa, budaya, maupun keunikan di Indonesia, khususnya Sumatera Barat, silakan diadaptasi. Budaya Minangkabau memang menjadi salah satu suku yang memiliki spesifikasi budaya. Saya berharap kedatangan seluruh mahasiswa BUFS dalam program ini dapat menjadi motivasi untuk datang kembali ke Indonesia," ujar Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc. membuka program intensif bahasa Indonesia BIPA dan BUFS.
Penulis: Ria Febrina, Admin Website FIB: Gading Rahmadi
*Tulisan ini juga dimuat di http://fib.unand.ac.id/index.php?option=com_k2&view=item&id=58:mahasiswa-bufs-korea-selatan-kembali-ikuti-program-intensif-bahasa-indonesia&Itemid=303.
*Tulisan ini juga dimuat di http://fib.unand.ac.id/index.php?option=com_k2&view=item&id=58:mahasiswa-bufs-korea-selatan-kembali-ikuti-program-intensif-bahasa-indonesia&Itemid=303.

Komentar
Posting Komentar