Mahasiswa FIB Dibekali Komunikasi untuk Dunia Kerja






Hendri Vertiwel, pengusaha asal Sumatera Barat, diundang oleh Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unand untuk memberikan kuliah umum tentang teknik komunikasi dan sistem lobby. Dengan judul tema Lobby and Communicative Skills in Bussiness Would, kuliah umum ini diadakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya pada 7 Februari 2017.

Pada awal kuliah umum, Hendri Vertiwel menceritakan pengalamannya pada masa sekolah yang sempat gagal beberapa kali dan enggan melanjutkan sekolah. Bahkan, ia pernah beberapa kali pindah sekolah. Ayahanda yang ia sapa papi selalu memaksa untuk melanjutkan sekolah. Sementara, Hendri enggan untuk melanjutkan sekolah karena ia sudah bisa menghasilkan uang dengan jerih payahnya sendiri. Meskipun demikian, Hendri dengan terpaksa melanjutkan sekolah hanya karena ia memikirkan keluarga.

“Nilai saya bagus, apalagi matematika. Guru hanya sentimen kepada saya sehingga saya tinggal kelas. Inilah yang dilakukan orang-orang gagal, yaitu mencari alasan. Ayah saya terus berjuang memaksa saya untuk melanjutkan sekolah hingga tamat dari SMA dan memaksa saya untuk kuliah. Akhirnya, saya kuliah di Universitas Trisakti meskipun susah sekali menyelesaikan kuliah pada saat itu,” ungkap Hendri Vertiwel panjang lebar. 

Hendri Vertiwel menyampaikan bahwa hal paling pertama yang harus dimiliki untuk mencapai cita dan tujuan adalah percaya diri. “Kita harus percaya pada diri sendiri dan harus menemukan potensi sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, Hendri mengungkapkan bahwa hal-hal yang harus dimiliki untuk mencapai kemampuan komunikasi adalah attitude. “Orang yang paham dan mempunyai komunikasi yang baik tentu attitude-nya sudah pasti baik,” jelasnya.

Hendri Vertiwel mengaku tak pernah belajar ilmu komunikasi secara khusus. Ia hanya memiliki pengalaman penuh dalam dunia dagang, mulai dari usaha menjual kue hingga advertising. Hendri juga menyatakan bahwa dalam dunia kerja, terutama bisnis, hal yang paling penting untuk dikuasai adalah teknik lobi.

“Jika kita sudah menjadi bos atau pemimpin perusahaan, waktu kita di kantor itu hanya sekitar 20% saja, selebihnya adalah sosialisasi dan sistem lobi dengan klien di luar kantor,” ujar Hendri dengan penuh semangat.

Perihal pekerjaan, Hendri tak pernah takut dan menuntut gaji yang besar, ia pernah menolak gaji yang sangat besar dan memilih menjadi pegawai biasa.

“Kalau kita orang yang bermutu, kita yang akan dicari-cari bos meskipun kita berada di posisi bawah. Artinya, kalau kita punya skill, kita yang dicari. Ini hanya masalah waktu. Jangan lupa pula komitmen waktu itu penting,” ujarnya.

Hendri Vertiwel juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar jangan pernah mundur dan patah arang dalam meraih cita-cita. “Mahasiswa dan calon pekerja harus memiliki teknik lobi dan kemampuan komunikasi yang lebih,” ungkapnya.

Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

*Tulisan ini juga dimuat di http://fib.unand.ac.id/index.php?option=com_k2&view=item&id=66:mahasiswa-fib-dibekali-komunikasi-untuk-dunia-kerja&Itemid=303.

Komentar

Postingan Populer